Minggu, 04 September 2011

Tak Terindahkan

Begitu banyak bahasa yang aku pintal.
Begitu banyak kata yang aku puisikan.
Begitu banyak kalimat yang aku indahkan.
Namun tak ku temukan jua sepatah untukmu.
Bahkan tak ku temukan dalam ruang agung perasa sang penyair.
Sampai waktu pun bosan duduk di pojok pikirku.
Kau tak terindahkan dengan lukisan kata.
Setiap tarian nafas dan nyanyian darahmu adalah pengindah bagiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar