Sabtu, 30 Juni 2012

Today


Pagi hari ini kubuka dengan senyuman. Teringat kata-kata dari seorang yang bijak untuk selalu memulai pagi dengan tersenyum. Kemudian aku mendengar seorang penyanyi di televisi berkata hal yang sama, pagi-pagi harus tersenyum. Senyuman di awal hari memang baik. Namun tak selalu berpengaruh bagiku. Senyuman yang kupasang di bibir hanya sebagai penenang kegelisahan semalam. Aku sedang menenangkan diriku sendiri. Menyakinkan kalau semuanya akan baik-baik saja.

Ku nikmati hari yang mulai beranjak siang. Semakin lama perasaanku semakin tipis. Seperti balon yang kehilangan udara. Aku lemas, merasakan sesuatu yang sebenarnya tak kurasakan. Seperti kehilangan arah. Ku dekatkan hatiku pada-Nya. Ku tuturkan apa yang terjadi dalam diri ini yang sejujurnya aku pun tak mengerti. Ku ceritakan saja karena Dia selalu mendengarku. Dia selalu tahu apa yang ku rasakan. Hanya kepada-Nya aku akan merasa tenang.

Waktu mulai malam. Hati ini kembali bingung dan buta. Bodoh, aku telah menunda waktu shalatku karena meneteskan cairan dari mataku. Segera aku sadar dan menghadap-Nya. Ku uraikan lagi rasaku pada-Nya. Senyumku mulai kembali. Selain kepada-Nya, aku juga ingin mencurahkan rasa ini dengan orang-orang yang paling aku sayangi. Merasakan lagi hangatnya pelukanmu Ibu. Andai kau tahu, saat aku duduk disampingmu, aku ingin sekali mendekapmu. Berada didekapanmu seperti saat aku kecil dulu. Sayangnya aku tak berani, aku hanya membayangkan dan segera ku buang anganku.

Perasaan aneh ini sedikit terobati. Kulihat senyuman dari sepupu-sepupu kecilku. Mereka dengan antusias menceritakan pengalaman liburan ke Bandung. Aku pun tersenyum mengikuti alunan kebahagiaan mereka yang polos. Kadang aku ingin kembali kecil lagi. Bermain sepuasku tanpa beban. Tanpa tugas kuliah yang selalu membayangi. Tanpa tekanan dari orang-orang disekitarku. Aku ingin bebas dan lepas.

Aku tahu, Dia lah pemilik sebenarnya diri ini. Dia menitipkan jiwa kecil ini pada kedua orangtuaku. Hanya kepada Dia serta mama dan bapak aku merasa tenang. Dari ocehan mereka yang membuatku tertekan. Dari kecewa yang seseorang berikan padaku. Dari sakit yang aku buat sendiri. Dari kegundahan tak beralasan. Dari pikiran negatif yang tak pernah terjadi.

Terakhir, aku mulai tahu kenapa hari ini begitu kusut. Cukup Dia dan aku yang tahu kebenaran hati ini.
:D

Sabtu, 23 Juni 2012

Together by Jiyeon & JB (English version)

Living day by day, clashing in this world – when these things get hard
When you feel like you’re just one single person out of the countless people

When I see your eyes, looking at me lovingly, I feel special
When you hold me in your warm embrace, all my scars on my body heal

* When we’re together when we’re together
Everything becomes alright, painful memories disappear
When we’re together when we’re together
I get happy again, without knowing, I put on a smile

When bitterness washes over me, when I suddenly feel like I’m alone
At the moment when everything feels strange and I suddenly have no confidence

Your voice that believes in me and gives me courage allows me to go out in the world again
The fact that you are a step behind me, always watching over me, is so precious to me

* repeat

Like this, just the way we are right now,
If you are by my side
Whatever hardship may occur

I can win over it

* repeat (x2)


#special for my moon

Selasa, 05 Juni 2012

Refleksi Tak Pernah Sama

Semakin aku hidup,
semakin aku merasakan mati.
Semakin aku tersadar,
semakin aku tak tahu apa yang terjadi.
Semakin aku hilang,
semakin aku ingin terlihat.
Semakin aku tertawa,
semakin aku merasakan perih.
Dunia ini berbeda.
Tak pernah sama.

Bukan

Bukan tentang kesepian.
Bukan tentang kepedihan.
Bukan tentang kebahagiaan.
Bukan tentang kesenangan.
Bahkan tak ada perih.
Tak ada tawa.
Hanya ada sepotong bunga yang tak tahu sekarang saatnya mekar atau layu.
Tak merasakan kesegaran.
Tak merasakan kesakitan.
Bisu, belum bergerak.

Sepotong Tulisan

Mengudarakan kesenyapan. Kupaparkan di atas langit.

***

Bila sang elang ingin terus berlari.
Aku ingin bergerak cepat dan bebas.
Aku tak peduli.
Aku tak ingin peduli lagi.

***

Saat musim tersenyum, memamerkan wanginya, aku diam.
Melihat yang terjadi.
Mendengar yang ada.
Aku hanya duduk disini.
Tak bergerak.
Hampa kurasakan.
Terlalu mati sampai bunga seharum itu tak kurasa.

Bunga


Mungkin...
Sebuah bunga tak selamanya mekar.
Namun ia selalu kembali setelah layu.

Merpati



Merpati...
Tak selalu terbang.
Kadang ia hinggap di dahan.
Mengumpulkan kembali nafasnya.

Ku Bayangkan

Aku terbang.
Lalu berlarian di awan.
Tertawa lepas dan bergerak bebas.
Banyak bunga berseri.
Tumbuh berwarna di awan putih.
Ada yang tersenyum di seberang sana.
Hanya harapku.
Aku sendirian.
Ku lanjutkan lagi.
Ku teruskan sampai hilang nafas sesak ini.
Ku bayangkan.
Ku bayangkan saja.