Kamu selalu tentang kamu.
Lalu siapa tokoh utama kisah ini?
Ini bukan tentang tokoh utama namun tentang kita.
Karena...
Karena...
Aku dan kamu selalu berada ditempat itu.
Aku dan kamu berbicara dalam catatan putih.
Aku dan kamu merasakan nafas berbeda.
Aku dan kamu tahu dalam kesunyian.
Aku dan kamu tak perlu rangkaian verbal.
Aku dan kamu menyatu dalam satu bahasa kalbu.
Aku dan kamu terus menuangkan tinta damai lewat jendela mata.
Aku dan kamu berulah dalam keheningan.
Aku dan kamu sungguh dingin yang menghangatkan.
Aku dan kamu bagai lukisan kosong nan menakjubkan.
Aku dan kamu suka cara angin mempermainkan hati.
Aku dan kamu telah membahayakan perih dengan satu rasa aneh itu.
Aku dan kamu tak akan hilang dalam gelap.
Aku dan kamu selama mungkin selamanya mungkin.
Percaya meski kamu tak menyakinkan.
Yakin meski aku tak mengiyakan.