Kamis, 28 April 2011

AKU DAN KAMU

Aku selalu tentang aku.
Kamu selalu tentang kamu.
Lalu siapa tokoh utama kisah ini?
Ini bukan tentang tokoh utama namun tentang kita.
Karena...
Aku dan kamu selalu berada ditempat itu.
Aku dan kamu berbicara dalam catatan putih.
Aku dan kamu merasakan nafas berbeda.
Aku dan kamu tahu dalam kesunyian.
Aku dan kamu tak perlu rangkaian verbal.
Aku dan kamu menyatu dalam satu bahasa kalbu.
Aku dan kamu terus menuangkan tinta damai lewat jendela mata.
Aku dan kamu berulah dalam keheningan.
Aku dan kamu sungguh dingin yang menghangatkan.
Aku dan kamu bagai lukisan kosong nan menakjubkan.
Aku dan kamu suka cara angin mempermainkan hati.
Aku dan kamu telah membahayakan perih dengan satu rasa aneh itu.
Aku dan kamu tak akan hilang dalam gelap.
Aku dan kamu selama mungkin selamanya mungkin.
Percaya meski kamu tak menyakinkan.
Yakin meski aku tak mengiyakan.

Rabu, 20 April 2011

Musikku

Banyak yang bertanya padaku, "kamu suka lagu2 itu memang tahu artinya?" Aku jawab "tidak". Aku memang tidak tahu arti setiap kata yang disenandungkan dalam tiap lagu itu. Tapi bukankah musik itu universal. Musik memiliki perasaan yang terkandung dalam sebuah lagu. Aku bisa merasakan perasaan itu tanpa perlu tahu apa artinya. Aku menikmatinya, aku merasa ikut mengalir dalam lagu2 itu. Ya, aku sangat menyukai lagu2 Asia khususnya Korea, Jepang dan Mandarin. Jadi perlukah pertanyaan itu terlontar dan kujawab?

Sabtu, 16 April 2011

Mau Cerita

Emm...
Aku mau cerita, tapi aku gak tau mau cerita apa, karena aku memang gak pernah cerita apa2, karena aku memang gak pernah cerita ke siapa2, karena aku memang gak mau cerita. Karena itulah aku. Tapi mungkin aku sudah bosan cerita sama diriku sendiri. Tapi itu menyenangkan, karena rahasiaku gak akan bocor. Kali ini aku mau cerita sama para penghuni dunia maya. Mungkin kalian orang yang tepat atau mungkin juga orang yang salah. Mana kutahu. Tapi aku gak peduli ada yang membaca tulisan ini atau tidak. Karena aku memang gak peduli. Karena memang mungkin gak ada orang yang peduli. Jadi sebenernya aku mau apa cerita apa sih? Ah, mana ada orang yang peduli ceritaku? Tapi jika ada yang sedang merasakan hal yang sama denganku mungkin akan tahu maksudku... ^_^

Saat Mengenal FT Island

Pertama aku tahu F.T Island karena temannya temanku. Saat itu aku lagi nginep di tempat kosnya temenku. Nah,yang punya kamar disebelah kamarnya temenku tuh punya majalah tentang k-music. Otomatis aku baca karena aku juga suka k-music. Aku baca2, eh ada yang menarik. Ada profil band Korea. Aku heran, ternyata di Korea nggak cuma boyband tapi band juga ada. Yang bikin aku tertarik lagi mereka kelahiran 90an. Yah, seumuran ma aku. Haha. Aku liat personilnya satu per satu. Eh, ada yang menarik mataku. Namanya Choi Jong Hoon. Dia gitaris sekaligus leadernya. Dia paling ganteng. Ini love at the 1st sight. Senangnya. Terus nyari tau tentang F.T ISLAND. Nyari fotonya, liat videonya di utube. Haha, aku bener2 falling in love ma F.T Island. Lagu2nya keren banget. Seiring berjalannya waktu. Kuq aku jadi suka ma Honggi? Sang vokalis. Entah kenapa aku jadi tergila gila ma Lee Hong Ki. Rasanya seperti benar2 jatuh cinta. Banyak idola baru yang aku suka. Tapi tetap Honggi yang bener2 dihatiku. Inilah cinta, cinta yang hadir karena terbiasa dan tak tau apa penyebabnya. Haha. Jonghun, kau adalah cinta pada pandangan pertamaku dan Honggi adalah cinta sejatiku. Hahaha

Tentang Onew dan Aku

Ada sesuatu yang membuat aku benar2 tertarik dengan Onew oppa. Ada kesamaan antara kita. Kita sama, aku bisa merasakan apa yang terjadi denganmu. Kau dan aku punya sifat yang sama. Itu penilaianku setelah melihat video2mu yang tercecer di dunia maya. Rasanya aku ingin bertemu denganmu, memelukmu, bernafas bersamamu, bersatu denganmu. Aku sungguh ingin. (lebay.com)
Kau seorang leader namun kau terlihat pendiam dan pemalu. Saat anggota lainnya berdiskusi, kau hanya memperhatikan pembicaraan mereka dan kau tidak menyela. Kau menunggu mereka diam sesaat baru kau akan mulai bicara. Sama seperti aku, hahahaha, bukan bermaksud menyamakan, tapi emang sama. Hehehehe.
Kurasa kau itu aneh, hahaha, idola sendiri dibilang aneh, tapi emang aneh, sama seperti aku, kekeke. Kau berusaha mencari perhatian dengan tingkah lugu dan konyolmu yang lebay. Benar2 lebay. hahaha, tapi itu makin membuatku tergila2.
"Garing", ya, kau itu garing, saat kau berusaha melucu, suasana yang terjadi adalah beku, dan orang2 yg sedang disekitarmu akan diam dan...................................., harus ada seseorang yg mencairkan suasana. Aku juga seperti itu, kadang garing. hehehehe. Tapi tetap aku tergila2 padamu.
Tahukah kau??? saat ini isi otakku cuma kau seorang. Aku sama sekali tidak meminta ataupun berusaha membuat otakku memutar memori2 tentang kamu. Itu terjadi dg sendirinya. But, im happy, hahahhaha
Onew oppa, saranghae....

Rumus Kehidupan

Tidak ada yg kau cintai maka tidak ada yg mencintaimu. Tidak ada yg kau damba maka tidak ada yg mendambakanmu. Tidak ada yg kau sayang maka tidak ada yg menyayangimu. Tidak ada yg kau pedulikan maka tidak ada yg peduli denganmu. Tidak ada yg kau perhatikan maka tidak ada yg memperhatikanmu. Jadi jika kau ingin dicinta, didamba, disayang, ada yg peduli denganmu, dan ada yg memperhatikanmu maka kau harus mencintai, mendamba, menyayangi, peduli, dan perhatian terlebih dulu.

*Kupersembahkan utk diriku sendiri

Untuk Dia


Aku tidak bisa hanya duduk diam dan sekedar berdoa semoga dia bahagia. Aku ingin disampingnya, menemaninya, tidak ingin dia merasakan secuil pun perihnya kesepian. Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak mau hanya melihatnya dari jauh. Aku ingin didekatnya. Memastikan dia bahagia. Aku yakin aku bisa membuatnya bahagia.

Aku tahu, dimatanya ada seonggok kepedihan. Ada sesuatu yang ingin dia sampaikan. Sesuatu yang terpendam. Akan kutadahkan lembaran nafasku untuk menyembuhkan lukanya. Ijinkan aku, biarkan aku masuk meskipun dengan kekuatan payah ini. Demi dia yang telah memberiku semangat kedua dalam berpetualang.

Tunggu aku.  Akan kutapakkan kaki kecil ini dalam dunianya. Dunia yang kadang pahit dan manis. Kadang menyenangkan dan menyebalkan. Kadang sedih dan bahagia. Kadang buruk dan indah. Apapun yang terjadi, aku akan selalu untuk dia seorang.

CINTA SEORANG GADIS KEPADA SANG PESOHOR

Seorang gadis gila menumpahkan lukisan liarnya.
Tentang dia yang menawarkan darah cinta yang segar.
Selalu saja sajak beranak lagu dengan jutaan desahan gelora.
Gadis ini tak mampu berkerumun diam.
Karena dia akan melamunkan kepingan logika si gadis.
Teringat hanya bibir merahnya yang menawan bak cawan haus akan racunnya.
Menatapnya seakan udara menjelma merah muda yang lembut dengan sentuhannya.
Senyuman beriak menuliskan bahwa dia menguat satu dalam ruang hatinya.
Bercerita memegang sang pangeran tampan.
Si gadis terbodohi setan-setan yang memainkan cinta palsu.
Cinta sang pesohor dengan sang hambanya.
Andai si gadis bangun dari megahnya kedunguan khayalan.
Aku yakin aku pun akan gila.

Saat Ini Hanya Ada Aku dan Diriku

Bercik-bercik tawa melarikan sebuah gundukan yang terselip dalam keheningan kelabu. Sepertinya malam akan menuai cinta dalam keagungan embun pagi yang akan menyapanya kala rintihan doa telah memeluk dengan sayapnya yang hening. 
Terseok-seok menalari kubangan semu yang selalu hendak bercengkerama bersama riuh kebodohan. 
Ini bukan tentang dilemanya sebuah wewangian asmara namun ikatannya selalu berulah di tengah lukisan monalisa yang dingin dan tinggi. 
Aku ingin berjabat dengan perasaan para makhluk pecinta tentang seonggok prolog dan menganakkan keliaran yang bersuka akan suara-suara bebatuan. 
Ku mohon sejenak saja duduk di atas ayunan putih agar titik-titik warnaku beranalogus indah dan kau pun membelalak penuh kesayuan kasih. 
Tak sudi bila segerombolan budak peri mengadu pojok khayalku dengan cerita sudut nyata.

*Sebuah perasaan saat aku dalam dingin.

Selasa, 12 April 2011

Mulai Gila

Tergeletak di ranah pincang.
Sungguh sunyi bermata belati.
Ia semakin mengkhayal dengan anggunnya.
Ia tertawa dengan darah di mulutnya.
Bahkan ia berkata tentang pagi tanpa matahari.
Seandainya dingin tak harus perih.
Mungkin sepotong jiwa akan tetap utuh.
Tak harus berpendar melupakan nafas lain.
Apa yang ia fikirkan akan jadi bom waktu.
Melamunkan yang kosong dan mengisikan yang esensi.
Berlaku bijak meski tanpa rasa.
Kini malam bersanding dengan matahari.
Senyum palsu perlahan kubur meski tersisa tetesannya.
Setidaknya ia mampu keluar dari kelamnya sepi dengan menjadikan senyap sahabatnya.
Dan mulailah ia gila bersama unsur lain.

Sabtu, 09 April 2011

Lukisan Cerita Abstrak Nyata

        Hari ini sungguh campur aduk. Bagaikan lukisan abstrak penuh warna tak berpola. Pagi hari dimulai dengan harapan. Siang beranjak bersama waktu yang terus berlari. Aku terlalu asyik berkencan dengan tugas kuliah hingga tak kusadari matahari sudah di atasku. Aku pikir akan terjadi sebuah drama persahabatan yang menyenangkan. Ternyata salah. Sediki kecewa karena aku dilupakan. Biarlah aku tetap dengan adanya aku. Semua akan baik-baik saja.
        Lalu sebuah cerita lain menyisip benakku. Otak ini seperti teracuni. Mungkin sebenarnya berdarah manis. Hanya saja aku tak mau hiperbola.
        Mungkin hanya itu yang bisa aku ceritakan. Ada sebuah rasa yang terasa nikmat jika hanya aku yang tahu. ^_^ Annyeong....

Aku, Kamu, dan Dia

Kau ada.
Dan aku disini.
Kini angin menggodaku dengan warna.
Namun aku diam.
Mendengar dengan mata dan melihat dengan telinga.
Rasakan jauh di sana.
Aku pun melihatnya.
Dia belum menyentuhku dan menghidupkan dingin ini.
Kau dan dia memecah susunan matiku.
Kau berkata sayang dan dia berkata ya.
Entah kenapa teriakanku tetap tenang meski syaraf hatiku sangat gila.
Aku ingin kau namun dia tetap disana.
Mungkinkah jiwaku benar benar mati?
Ku harap dia cepat menemukan malamku agar aku benar berada dalam kisahmu.
Karena sungguh aku ingin hidup dengan nafasmu.

Senin, 04 April 2011

Memeluk Malamku

Aku ingin kau memeluk malamku
dan menyingkap kebisuan dengan wewangianmu. 
Ku mohon dengarkanlah. 
Saat ini hanya kau yang berlari menitiki tiap bait kisahku. 
Cepatlah bergegas, cukup dengan satu bunga.

Sabtu, 02 April 2011

Kematian Jiwa

Benar-benar menikmati kematian jiwa.
Lihat,
di pojok hihup ada sebuah kotak yang terus berdetak.
Aku masuk dan terjebak dalam lautan hijau penuh duri.
Aku mau keluar dan semuanya akan benar-benar dingin.
Namun disinilah tempatku berujar nafas.
Bersama kaki yang setengah diam.
Bersama mata yang setengah tidur.
Bersama tangan yang setengah bisu.
Bersama otak yang setengah gila.
Tetap ku menari meski dengan nada sumbang.
Tetap ku melangkah meski lumpuh.
Tetap ku pandangkan dengan harap angin tak sekedar mampir.
Percaya,
semua akan ku kukalahkan dengan sisa senapan di dadaku.