Minggu, 10 Juli 2011

The Ballad of Mona Lisa by PATD

She paints her fingers with a close precision
He starts to notice empty bottles of gin
And takes a moment to assess the sin
She's paid for

A lonely speaker in a conversation
Her words are swimming through his ears again
There's nothing wrong with just a taste of what you've
paid for

Say what you mean
Tell me I'm right
And let the sun rain down on me
Give me a sign
I want to believe

Woah, Mona Lisa,
You're guaranteed to run this town
Woah, Mona Lisa,
I'd pay to see you frown

He senses something, call it desperation
Another dollar, another day
And if she had the proper words to say,
She would tell him
But she'd have nothing left to sell him

Say what you mean
Tell me I'm right
And let the sun rain down on me
Give me a sign
I want to believe

Woah, Mona Lisa,
You're guaranteed to run this town
Woah, Mona Lisa,
I'd pay to see you frown

Mona Lisa, wear me out
Pleased to please Ya
Mona Lisa, wear me out

Say what you mean
Tell me I'm right
And let the sun rain down on me
Give me a sign
I want to believe

Woah, Mona Lisa,
You're guaranteed to run this town
Woah, Mona Lisa,
I'd pay to see you frown

Say what you mean
Tell me I'm right
And let the sun rain down on me
Give me a sign
I want to believe

There's nothing wrong with just a taste of what you've
paid for

Sabtu, 02 Juli 2011

Harus Tetap Berdiri

Banyak yang kita inginkan.
Banyak yang kita harapkan.
Banyak yang kita usahakan agar sesuatu itu terjadi.
Namun kita hanyalah makhluk milikNya.
Dialah yang menentukan segalanya.
Segala yang terjadi di dunia ini.
Dari hal yang terkecil sampai kejadian yang besar.
Kita harus bisa menerimanya.
Meskipun tak bisa dipungkiri kita merasa kecewa.
Tapi tetaplah berpikir bahwa semua yang terjadi adalah kehendakNya.
Itulah yang terbaik karena Tuhan Maha Tahu.
Jika itu belum terjadi, mungkin kita memang belum membutuhkannya.
Tetap percaya bahwa suatu saat nanti, apa yang kita inginkan dan harapkan pasti akan terjadi nanti.

*Kupersembahkan untuk aku sendiri

Jumat, 01 Juli 2011

Juni Telah Berakhir

Juni telah berakhir.
Sisa-sisa pilunya masih berserakan di beranda.
Kerak senyumannya masih bergulir membayang.
Langkah akan terus ku lajukan.
Tak akan ku lihat coretan pisau yang mampir
Ku yakinkan kalau luka ini akan sejenak.
Kisah bahagiaku akan segera datang tak mampir atau pun hanya sejenak.