Minggu, 23 Desember 2012

Tersimpan di Tapak yang Bernama Aku


Kalimat yang pernah aku hitamkan beraroma resah.
Ia tak punya teman lagi.
Sekarang saja, hanya berlaku sekarang.
Sedang ku rapatkan benang yang sempat pecah.

Selasa, 27 November 2012

Tak Terlihat?

Terdengar gerakan mata berlalu lalang.
Tak hanya satu atau pun dua pasang.
Entah, langit pun hanya menyaksikan.
Terlihat suara nada yang berputar.
Lagu sedih dari sang surya dan lagu ceria dari sang sunyi.

Minggu, 25 November 2012

Unknown

Bagaimana aku bisa melukiskan rasa sedangkan aku sendiri berputar mencari rasa.
Sebuah bait tentang merahnya perjuangan.
Kurasa ini waktunya memudar dan buta.
Lalu bagaimana aku melakukan tarian yang membisu?

Senin, 12 November 2012

Sekumpulan


Sekumpulan bulan di malam hari.









Lyric Wake Up - Sung Joon (Ost Shut Up Flower Boyband)

English Translation:

I won’t avoid the strongly hot sun
Trusting myself in the rough winds

Run for you I wake up
Love for you I wake up
A song for you I wake up
Right now Wake up
Run for you I wake up
Love for you I wake up
A song for you I wake up
Right now Wake up

Rabu, 10 Oktober 2012

Pagi yang Terindu


Silir wangi sang fajar muncul membasahi tubuhku.
Torehan embun di pucuk dedaunan seolah memanggil.
Mengajakku bernafas dengan pagi yang damai.
Ku tarik pelan batinku mengikuti warna senyum pagi ini.
Lalu kau hadir berbisik pada secarik rasa.
Ku artikan dalam jejeran huruf yang semakin menebal.
Tanpa tersadar hangat matamu memelukku erat.
Yang terbaca hanyalah pesona jiwamu.
Meluruhkan angka yang berdiri tegak dan sinis.
Menggetarkan lagu yang bermain-main.
Membungkam gundah yang kesepian.
Menghidupkan asa yang sempat diam.
Itu karena aku merindukanmu.

Selasa, 09 Oktober 2012

Missing You by G-Dragon

(Romanization)

Yeah (maybe I’m missing you)
amu saenggag eobsi pyeong sowa gati
botong saram deulgwa manna utgo marhaji
bami doemyeon TV-ga nae yuilhan chingugo
achim haega tteo oreum yeoneun
geuje seoya jami deuljyo
neomu chorahae na neol manhi johahaet nabwa
nega tteo nan hu paran haneul
nae nunen norah geman boyeo
geudaen eodiseo apahaeyo na yeogi isseo
anim hogsi dareun saramgwa
dareun sarang hani bogosipeo my baby
nae mameun iri uljeog hande
marhal sarami eobtda
nado gakkeum hwaljjag utgo sipeunde
gyeoten amudo eobtda
Maybe i’m missing you oh oh
Maybe i’m missing you oh oh
Maybe i’m missing you oh oh
Maybe i’m missing you
geuttaen geuraetji uri sain
tumyeong hago kkae kkeutaetji
cheoeume neun aeteutaetji dadeul
geurae almyeonseo wae geuraetji
(but) galsurog yuri kkaeji deut sone
kkin banjiga bit barae jideut
nalkaroun kare beideut sogbagiran
saseure mogi joei deut
neul joheul jul man aratdeon neowaui gieogdo
pulliji anhdeon ohae mit sangcheoman nama sirheodo
he eojyeoran mareun kkeut kkaji
chamasseo yaman haetneunde
(geuraedo) ssaugo datudeon geuttaega
jigeum bodan naeul tende
nae mameun iri uljeog hande
marhal sarami eobtda
nado gakkeum hwaljjag utgo sipeunde
gyeoten amudo eobtda
Maybe i’m missing you oh oh
Maybe i’m missing you oh oh
Maybe i’m missing you oh oh
Maybe i’m missing you
naneun ajikdo maeil nuneul tteumyeon
nega yeope itneun geotman gata
uri hamkke haetdeon manheun
sigandeul doe dollil sun eobtna a-a-a-
nae mameun iri uljeog hande marhal sarami eobtda
nado gakkeum hwaljjag utgo sipeunde
gyeoten amudo eobtda a-a-a-a-
nae mameun iri uljeog hande
marhal sarami eobtda
nado gakkeum hwaljjag utgo sipeunde
gyeoten amudo eobtda
Maybe i’m missing you oh oh
Maybe i’m missing you oh oh
Maybe i’m missing you oh oh
Maybe i’m missing you

(Translation)

Yeah (maybe I’m missing you)
Laughing and talking as usual with people.
At night TV is the only friend.
Fall asleep at the sunrise.
I feel so belittled.
Probably I loved you a lot.
The blue sky looks
yellow after you left me.
Where are you now with your heartache.
I’m still here.
Or are you in love with somebody else?
I miss you. my baby.
I’m so gloomy,
but have nobody to talk to.
I want to come up smiling,
but have nobody next to me.
Maybe I’m missing you oh oh
Maybe I’m missing you oh oh
Maybe I’m missing you oh oh
Maybe I’m missing you
We had beautiful relationship back then.
We loved each other at the beginning.
But why did we do that. So foolish.
(but) Like old glass shattered easily,
the ring in your finger gets tarnished,
like getting a cut by a sharp-edged knife,
and like I’m shackled.
I thought we would only have good memories.
We had unresolved misunderstandings
and scars remained, though
I should’ve contained myself better
and not said, ‘let’s break up’
(Nevertheless) Even if we argue,
that might be better than now.
I’m so gloomy,
but have nobody to talk to.
I want to come up smiling,
but have nobody next to me.
Maybe I’m missing you oh oh
Maybe I’m missing you oh oh
Maybe I’m missing you oh oh
Maybe I’m missing you
Every morning, it feels like you are
right next to me when I open my eyes.
Is there anyway to put back the clock? Ah~
I’m so gloomy,
but have nobody to talk to.
I want to come up smiling,
but have nobody next to me. Ah~
I’m so gloomy,
but have nobody to talk to.
I want to come up smiling,
but have nobody next to me.
Maybe I’m missing you oh oh
Maybe I’m missing you oh oh
Maybe I’m missing you oh oh
Maybe I’m missing you

*lagi suka sama lagu ini, musiknya asyik

Ost. Perahu Kertas

Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya

Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaibnya hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau sahabatku sendiri

Minggu, 23 September 2012

Malam itu Malam


Malam tetap datang.
Meski bintang tak muncul.
Meski bulan tak hadir.

Malam selalu disini.
Meski gelap selalu menyelimuti.
Meski sepi selalu menemani.

Malam tak akan pergi.
Meski diabaikan manusia.
Meski hanya sebagai tempat peniduran.

Malam akan tetap malam.
Menjadi sejatinya.
Esok, lusa dan selamanya.

Rabu, 12 September 2012

Hanya Aku dan Yang Terpilih


Tulisan kadang tak pernah bermakna apapun.
Kadang ia hanya sekumpulan huruf tanpa mata.
Benarkah ia berada pada tempatnya saat itu?
Jika bukan kenapa ia harus dijejerkan oleh sang penulis?
Mungkinkah ia hanya sebagai lukisan sesaat?
Hanya sebagai bayangan dari kejujuran hati?
Bagiku tulisan itu sakral.
Seperti sebuah harta yang tak bisa mereka miliki juga.
Hanya aku dan yang terpilih.
Bukan semua yang pernah ada.
Tulisanku cuma tertuju pada sang bulan purnama.

Selasa, 24 Juli 2012

Sebuah Masa

Detik ini masih ke tegakkan jari-jari kecilku.
Mulai mengambang meraba sebuah bola besar.
Telah ku titikkan sejarah pagi.
Masa-masa pencarian aku bersama kawan.
Sebuah proses penimbaan ilmu.
Meski kadang ku bawa pedang perlawanan.
Namun tetap disini aku si bocah penurut yang mencari keteguhan cita.
Banyak sudah mentari yang ku kenggam.
Pesan itu akan selalu ku aurakan.
Nafasku bergeming melantunkan kebanggaan.
Aku, manusia kecil ini, segera ku sentuh udara yang lebih tinggi dan luas.
Selamat tinggal salah satu masa terhebat dalam hidupku.

Sabtu, 30 Juni 2012

Today


Pagi hari ini kubuka dengan senyuman. Teringat kata-kata dari seorang yang bijak untuk selalu memulai pagi dengan tersenyum. Kemudian aku mendengar seorang penyanyi di televisi berkata hal yang sama, pagi-pagi harus tersenyum. Senyuman di awal hari memang baik. Namun tak selalu berpengaruh bagiku. Senyuman yang kupasang di bibir hanya sebagai penenang kegelisahan semalam. Aku sedang menenangkan diriku sendiri. Menyakinkan kalau semuanya akan baik-baik saja.

Ku nikmati hari yang mulai beranjak siang. Semakin lama perasaanku semakin tipis. Seperti balon yang kehilangan udara. Aku lemas, merasakan sesuatu yang sebenarnya tak kurasakan. Seperti kehilangan arah. Ku dekatkan hatiku pada-Nya. Ku tuturkan apa yang terjadi dalam diri ini yang sejujurnya aku pun tak mengerti. Ku ceritakan saja karena Dia selalu mendengarku. Dia selalu tahu apa yang ku rasakan. Hanya kepada-Nya aku akan merasa tenang.

Waktu mulai malam. Hati ini kembali bingung dan buta. Bodoh, aku telah menunda waktu shalatku karena meneteskan cairan dari mataku. Segera aku sadar dan menghadap-Nya. Ku uraikan lagi rasaku pada-Nya. Senyumku mulai kembali. Selain kepada-Nya, aku juga ingin mencurahkan rasa ini dengan orang-orang yang paling aku sayangi. Merasakan lagi hangatnya pelukanmu Ibu. Andai kau tahu, saat aku duduk disampingmu, aku ingin sekali mendekapmu. Berada didekapanmu seperti saat aku kecil dulu. Sayangnya aku tak berani, aku hanya membayangkan dan segera ku buang anganku.

Perasaan aneh ini sedikit terobati. Kulihat senyuman dari sepupu-sepupu kecilku. Mereka dengan antusias menceritakan pengalaman liburan ke Bandung. Aku pun tersenyum mengikuti alunan kebahagiaan mereka yang polos. Kadang aku ingin kembali kecil lagi. Bermain sepuasku tanpa beban. Tanpa tugas kuliah yang selalu membayangi. Tanpa tekanan dari orang-orang disekitarku. Aku ingin bebas dan lepas.

Aku tahu, Dia lah pemilik sebenarnya diri ini. Dia menitipkan jiwa kecil ini pada kedua orangtuaku. Hanya kepada Dia serta mama dan bapak aku merasa tenang. Dari ocehan mereka yang membuatku tertekan. Dari kecewa yang seseorang berikan padaku. Dari sakit yang aku buat sendiri. Dari kegundahan tak beralasan. Dari pikiran negatif yang tak pernah terjadi.

Terakhir, aku mulai tahu kenapa hari ini begitu kusut. Cukup Dia dan aku yang tahu kebenaran hati ini.
:D

Sabtu, 23 Juni 2012

Together by Jiyeon & JB (English version)

Living day by day, clashing in this world – when these things get hard
When you feel like you’re just one single person out of the countless people

When I see your eyes, looking at me lovingly, I feel special
When you hold me in your warm embrace, all my scars on my body heal

* When we’re together when we’re together
Everything becomes alright, painful memories disappear
When we’re together when we’re together
I get happy again, without knowing, I put on a smile

When bitterness washes over me, when I suddenly feel like I’m alone
At the moment when everything feels strange and I suddenly have no confidence

Your voice that believes in me and gives me courage allows me to go out in the world again
The fact that you are a step behind me, always watching over me, is so precious to me

* repeat

Like this, just the way we are right now,
If you are by my side
Whatever hardship may occur

I can win over it

* repeat (x2)


#special for my moon

Selasa, 05 Juni 2012

Refleksi Tak Pernah Sama

Semakin aku hidup,
semakin aku merasakan mati.
Semakin aku tersadar,
semakin aku tak tahu apa yang terjadi.
Semakin aku hilang,
semakin aku ingin terlihat.
Semakin aku tertawa,
semakin aku merasakan perih.
Dunia ini berbeda.
Tak pernah sama.

Bukan

Bukan tentang kesepian.
Bukan tentang kepedihan.
Bukan tentang kebahagiaan.
Bukan tentang kesenangan.
Bahkan tak ada perih.
Tak ada tawa.
Hanya ada sepotong bunga yang tak tahu sekarang saatnya mekar atau layu.
Tak merasakan kesegaran.
Tak merasakan kesakitan.
Bisu, belum bergerak.

Sepotong Tulisan

Mengudarakan kesenyapan. Kupaparkan di atas langit.

***

Bila sang elang ingin terus berlari.
Aku ingin bergerak cepat dan bebas.
Aku tak peduli.
Aku tak ingin peduli lagi.

***

Saat musim tersenyum, memamerkan wanginya, aku diam.
Melihat yang terjadi.
Mendengar yang ada.
Aku hanya duduk disini.
Tak bergerak.
Hampa kurasakan.
Terlalu mati sampai bunga seharum itu tak kurasa.

Bunga


Mungkin...
Sebuah bunga tak selamanya mekar.
Namun ia selalu kembali setelah layu.

Merpati



Merpati...
Tak selalu terbang.
Kadang ia hinggap di dahan.
Mengumpulkan kembali nafasnya.

Ku Bayangkan

Aku terbang.
Lalu berlarian di awan.
Tertawa lepas dan bergerak bebas.
Banyak bunga berseri.
Tumbuh berwarna di awan putih.
Ada yang tersenyum di seberang sana.
Hanya harapku.
Aku sendirian.
Ku lanjutkan lagi.
Ku teruskan sampai hilang nafas sesak ini.
Ku bayangkan.
Ku bayangkan saja.

Sabtu, 26 Mei 2012

Complicated

Tetesan air keluar dari kalimat yang tak terhurufkan,
dari ilalang di rerumputan salju,
dari kumpulan ekspresi monokrom,
dan dari perasaan yang keluar bersembunyi.

HiLawKa

Suatu hari. Aku lupa hari apa, jam berapa, tanggal berapa dan bulan apa. Tapi yang bisa aku pastikan adalah tahun 2012. Adikku bertanya tentang idolaku. Kenapa aku suka Hitsugasa Toushiro, Lawliet dan Hatake Kakashi. Aku mulai berpikir dan menjawab. Sejujurnya sebelum pertanyaan itu terlontar padaku, aku sama sekali tak pernah menguraikan pada diriku sendiri mengapa aku menyukai mereka. Apa alasanku mengidolakan mereka. Tak pernah terpikirkan. Mengalir begitu saja. Aku suka saat melihat mereka. Kurasa hatiku yang menuntun rasa ini (lebay). Namun sejak adikku bertanya, aku menyadari satu hal yang menyentak dan membuatku terheran.

Part of My Life



Lama sejak musim lalu. Aku duduk terpaku diatas dipan kesunyian. Tak ada lagi kata-kata yang aku bariskan. Tak ada lagi kalimat yang aku urutkan. Mungkin ini yang namanya peralihan musim. Masih tercampur tetesan dari senja kemarin. Bagai baru bangun dari tidur, masih ada kepingan nyawa yang tertinggal dibantal. Ku biarkan saja. Bila benar-benar bukan milikku suatu saat nanti pasti menghilang juga.

Kutinggalkan sebentar kamarku. Hening dengan aroma yang berbeda di tiap sudutnya. Dengan warna yang beragam di tiap dindingnya. Aku berjalan menyusuri takdir kisahku. Satu masa kemudian ke masa berikutnya. Ku yakinkan kalau aku baik-baik saja. Meski sedikit pincang kakiku. Kumainkan saja tawaku. Ternyata ada sesuatu yang terjadi. Sebuah kenyamanan kudapatkan lagi. Sebuah nafas yang aku butuhkan merangkulku lagi.

Selasa, 07 Februari 2012

Akankah Dia by Sidepony

kau hadirkan senyuman di hatiku bila ku bertemu
kau mungkinkah kau tahu di hatiku cuma ada kamu
kau semoga nanti kau pun bisa rasakanku di hatimu
kau sampai kapan kau menanti yang telah hilang dan berlalu
begitu indah akankah dia

huuu ku coba tuk lupakan bayangmu hingga nanti pilu di hatiku
kau akankah kau tahu bahwa aku kan selalu tetap menunggumu
tinggalkan saja dirinya yang tak pernah mencintaimu

kau hadirkan senyuman di hatiku bila ku bertemu
(akankah dia) begitu indah akankah dia

huuu ku coba tuk lupakan bayangmu hingga nanti pilu di hatiku
kau akankah kau tahu bahwa aku kan selalu tetap menunggumu
tinggalkan saja dirinya yang tak pernah mencintaimu

Senin, 06 Februari 2012

JUST BE MY SELF

              Aku tak suka diganggu makanya aku tak mengganggu kamu. Aku tak suka diatur makanya aku tak mengatur kamu. Aku tak suka dikekang makanya aku tak mengekang kamu. Kita hidup ditempat yang sama namun dunia kita berbeda. Aku menjalankan hidupku dengan caraku, dengan menjadi diriku sendiri. Selama caraku tak merugikan atau tak menyakitimu, kamu tak punya hak untuk mengusikku. Bukan berarti aku tak membutuhkanmu atau aku hanya ingin hidup dalam duniaku. Ku tegaskan sekarang kalau aku sangat menginginkan kehadiranmu. Hanya saja ada waktu aku tak ingin diusik. Jangan memaksaku menjadi orang lain seperti yang kamu inginkan. Bukankah setiap manusia memang berbeda. Setiap jiwa mempunyai ciri khasnya masing-masing. Mencoba belajar memahami dan mengerti setiap pribadi di sekitar kita. Apa yang menurutmu benar tak selalu sama di mata orang lain termasuk aku. Setiap pribadi mempunyai standar pemikiran berbeda. Jika pemikiranku termasuk dalam kaum minoritas, belum tentu apa yang pendapatmu katakan itu baik. Silahkan mengolokku dengan sebutan yang kamu suka. Aku bahagia menjadi berbeda, menjadi kaum minoritas dengan gagasan yang sering dianggap aneh atau tidak wajar. Aku bersyukur bahwa aku tak sama dengan kamu. Aku adalah diriku sendiri.