Kamis, 24 November 2011

Rindu by Agnes Monica

Selama aku mencari
Selama aku menanti
Bayang-bayangmu dibatas senja
Matahari membakar rinduku
Ku melayang terbang tinggi

‘tuk slalu mega-mega
menembus dinding waktu
Ku terbaring dan pejamkan mata
Dalam hati kupangil namamu
Semoga saja kau dengar dan merasakan

Getaran dihatiku
Yang lama haus akan belaianmu
Seperti saat dulu
Saat pertama kau dekap dan kau kecup bibir ini
Dan kau bisaikan kata-kata ku cinta padamu

Peluhku berjatuhan
Menikmati sentuhan
Perasaan yang teramat dalam
Telah kau bawa segala yang kupunya
Segala yang kupunya ouoooo

Getaran dihatiku
Yang lama haus akan belaianmu
Seperti saat dulu
Saat pertama kau dekap dan kau kecup bibir ini
Dan kau bisikan kata-kata aku cinta padamu ooho kepadamu hohoh

Senin, 14 November 2011

Kesepian by Vierra

A C#m D Dm

A            E        D          E
di mana kamu di mana, di sini, bukan
A           E       D          E
kemana kamu kemana, ke sini, bukan
A             E         D          E
katanya pergi sebentar, ternyata lama
A           E       D          E
tahukah aku sendiri menunggu kamu

Chorus:
A                  C#m
jangan pergi pergi lagi
aku tak mau sendiri
Dm             C#m        F#m
temani aku tuk sebentar saja
Bm                E
agar aku tak kesepian
A             E         D          E
katanya pergi sebentar, ternyata lama
A           E       D          E
tahukah aku sendiri menunggu kamu

Solo: F#m A D
F#m A B
Bm C#m Dm E

Chorus:
A                  C#m
jangan janji-janji terus
Em         F#    Bm
aku tak mau kau bohong
Dm             C#m        F#m
temani aku tuk sebentar saja
Bm                E
agar aku tak kesepian
A                  C#m
jangan pergi pergi lagi
Em         F#   Bm
aku tak mau sendiri
Dm             C#m        F#m
temani aku tuk sebentar saja
Bm                E
agar aku tak kesepian

Outro: A C#m D Dm A

Jadilah Sahabatku

           Aku tak ingin kemanapun. Disana atau disini sama saja bagiku. Kesepian selalu membayangi. Kucoba menyusun sisa-sisa reruntuhan musim lalu menjadi pengobat perih. Namun tak berefek apapun. Nyatanya aku tetap disini. Ingin ku temukan kisah tanpa kamu. Ku cari di sela-sela tawa dan teman baru. Tetap saja kau bersamaku. Penantian bersama hujan dan malam. Aku sungguh bosan dengan gelagatmu. Kenapa kau selalu mengikutiku. Apa kau sangat tergila-gila denganku. Aku masih bingung dengan hidup ini. Satu persatu ku coba menikmati tiap detik nafasku.
          Aku sudah tak sanggup lagi harus berpura-pura baik-baik saja. Kau membunuhku perlahan. Kenapa kau tak tikam saja aku dari belakang. Air mataku sudah kering. Begitu dingin dan kelabu. Dan bahasaku benar berhenti disini.
Dan…
          Itulah yang aku rasakan. Aku janji dengan diriku sendiri. Aku akan menang. Berhenti menyakitiku dan jadilah sahabatku. Kau adalah teman terbaik saat aku ingin sendirian, karena bersamamu aku bisa merenung dan berintrospeksi. Dengarlah dan tersenyumlah. Ini perjanjian kita. Di atas rasa yang hampa dan dingin, di bawah tawa dan canda dan dikelilingi kebahagiaan serta kesedihan.

Jumat, 11 November 2011

Ada Sebab Aku Bersedih dan Banyak Alasan Aku Bahagia

Malam ini terasa sangat gelap.
Mendung di tiap jemarinya.
Air mataku pun ingin mengisi sepiku.
Hidupku memang bersama banyak gurauan dari pemain lain.
Hanya dering hati semakin terdengar hampa.
Memang tak akan selalu selaras, satu sisi pasti timpang dan itulah sejatinya hidup.
Tak akan pernah sempurna.
Itulah satu bidang hidupku yang lemah.
Tak punya cinta untuk siapapun dan dari siapapun.
Tak apa.
Ku nikmati hidupku adanya.
Meski sudah bosan terbelenggu pucuk-pucuk kesepian yang menyiksa.
Sekali lagi tak apa.
Banyak alasan yang bisa membuatku bahagia.
Banyak sebab yang bisa membuatku tertawa.
Meski ada sesuatu yang membuatku bersedih tapi terlalu banyak hal yang bisa membuatku bersuka ria.

Rabu, 02 November 2011

Kenangan PPL

Kenangan Tak Terlupakan


Sebuah bait baru di pertengahan kisah.
Kau dan aku hanya bersalaman pandang.
Kau dan aku di satu kanvas namun tak seirama.
Kita saling bertatap tanpa suara pagi.
Kita saling berucap tanpa perangai sang bulan.


Itu saat waktu masih muda.
Senja beranjak dari pijakannya.
Satu persatu bahasa kita mulai tak bertopeng.
Bercerita dengan gubahan dari sang peri
Kau dan aku makin terasa disini.