Selasa, 17 Mei 2011

Malam


Ini kisah tentang malam dan aku. Sudah lama kita bernafas pada dingin yang sama. Merangkul jiwa hanya dengan angin. Tak pernah sekalipun kaki berdiri. Menari dengan gerakan khayal. Rasanya tak seorang pun mau menitiki. Haruskah aku menangis bersama malam yang terabaikan? Tidak, itu bukan aku. Bukan pula malam. Aku dan malam bersama sebagai satu bayangan.
Dilupakan dan terlupakan saat mereka terlelap dalam dunia. Tak peduli ada atau tanpa mereka. Aku dan malam tetap tak berubah nama. Aku dan malam akan selalu berbahasa dengan perasaan. Aku dan malam adalah kita yang berpelukan. Aku dan malam selalu jadi perangai dalam rahasia jiwa. Karena sungguh aku mencintai malam. Nafasmu sudah meracuni tiap deretan kisahku. Kau selalu ada untukku. Aku pun kan selalu berujar bersandar padamu malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar