Sabtu, 26 Mei 2012

HiLawKa

Suatu hari. Aku lupa hari apa, jam berapa, tanggal berapa dan bulan apa. Tapi yang bisa aku pastikan adalah tahun 2012. Adikku bertanya tentang idolaku. Kenapa aku suka Hitsugasa Toushiro, Lawliet dan Hatake Kakashi. Aku mulai berpikir dan menjawab. Sejujurnya sebelum pertanyaan itu terlontar padaku, aku sama sekali tak pernah menguraikan pada diriku sendiri mengapa aku menyukai mereka. Apa alasanku mengidolakan mereka. Tak pernah terpikirkan. Mengalir begitu saja. Aku suka saat melihat mereka. Kurasa hatiku yang menuntun rasa ini (lebay). Namun sejak adikku bertanya, aku menyadari satu hal yang menyentak dan membuatku terheran.


Pertama, aku memang mengidolakan Hitsugaya Toushiro. Sebuah karakter dalam anime Bleach. Aku mengenalnya dari sebuah stasiun televisi yang menayangkan kartun-kartun di hari Minggu. Ku jawab pertanyaan dari adikku. "Yang kakak suka dari Hitsugaya karena jurus andalannya berhubungan dengan es. Sesuatu yang kakak suka. Zat yang dingin. Dia juga tak banyak bicara, bisa dibilang dia cool." Jawabku.



Kedua, aku suka Lawliet atau nama samarannya Ryuzaki. Secara tidak sengaja saat aku sedang menonton TV sekitar 4 tahun yang lalu, pertama kali aku melihatnya. Serial anime Death Note. Sayang hanya beberapa episode langsung menghilang dari siaran TV. Namun pertemuan singkat itu sangat melekat dalam benakku. Lawliet, sosok detektif jenius yang aneh. Dia benar-benar aneh, tingkah lakunya membuatku terpesona. "Misterius, tenang, cerdas dan aneh." jawabku pada adikku.




Terakhir adalah Hatake Kakashi. Salah satu tokoh dalam anime Naruto. Aku menyukainya. Seorang guru yang hebat dan unik. Dia hobi sekali membaca buku. Aku tak ingat sejak kapan aku mulai menyukainya. Mungkin aku sudah terhipnotis oleh tatapan matanya yang khas. Kembali ke pertanyaan tadi. Kujelaskan lagi pada adikku kalau Kakashi itu keren dan misterius.




Kemudian setelah aku menjelaskan, adikku berkomentar, "Kenapa kakak menyukai tokoh-tokoh kartun yang karakternya mirip dengan kakak? Ternyata kakak itu sangat mengidolakan diri sendiri." Aku tersenyum kecil dan mulai sadar. Aku baru menyadari dan mengakuinya. 


1 komentar: