Aku ingin bercerita. Namun aku tak punya kesempatan. Kadang aku berfikir. Mungkin aku memang dilahirkan untuk diriku sendiri. Tak berbagi kebahagiaan atau kesedihan. Itulah yang aku fikir sejak dulu. Bila memang kediaman ini kubawa sampai tiba waktuku dan tak seorangpun tahu tentang kisahku, benar adanya aku memang tidak untuk siapa pun. Tapi sungguh aku berharap jadi manusia yang diinginkan orang lain. Membuat aku merasa berharga. Membuat aku diperlukan. Itulah pencarian yang sedang aku lakukan. Adakah yang menginginkanku? Aku sedang mencarinya. Ku lakukan sampai dayaku mencapai batasnya.
Tulisan ini kujadikan sebagai catatan kenangan. Pernah berfikir gila, apakah ada yang merasa kehilangan jika aku pergi ke planet Mars? Pikiran bodoh. Selama ini aku lah satu-satunya makhluk yang selalu menjadi pendengar ceritaku. Bercerita dengan diri sendiri. Kadang memang terasa nikmat. Kadang juga terasa perih. Hanya satu kata yang kujadikan ketenangan. Nikmati. Itu yang selalu aku pikirkan. Nikmati saja apa yang ada di tanganmu. Itu yang terbaik untukmu saat ini. Kalimat itulah yang jadi pendamai jiwaku.
Kadang aku juga membayangkan seandainya aku bercerita dengan dia, dia , atau dia. Kususun kalimat yang jelas agar mereka benar tahu apa yang kurasakan. Ku ceritakan dengan runtut dari A sampai abjad terakhir dan berusaha tak melewati satu pun kisah. Seperti orang gila. Aku berbicara sendiri. Kadang dalam hati. Kadang juga dengan suara lirih.
Kutuangkan ini karena aku hanya ingin menulisnya. Hanya itu. Aku tak mencari perhatian dari siapapun. Kau yang peduli dan bisa mengerti apa yang kurasakan, semoga hidupmu selalu bahagia. Aku berharap tak seorang pun mengalami kesepian. Semoga semua manusia di dunia ini dapat hidup bahagia dengan pilihan masing-masing. Itu yang yang aku harapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar