Rabu, 10 Oktober 2012

Pagi yang Terindu


Silir wangi sang fajar muncul membasahi tubuhku.
Torehan embun di pucuk dedaunan seolah memanggil.
Mengajakku bernafas dengan pagi yang damai.
Ku tarik pelan batinku mengikuti warna senyum pagi ini.
Lalu kau hadir berbisik pada secarik rasa.
Ku artikan dalam jejeran huruf yang semakin menebal.
Tanpa tersadar hangat matamu memelukku erat.
Yang terbaca hanyalah pesona jiwamu.
Meluruhkan angka yang berdiri tegak dan sinis.
Menggetarkan lagu yang bermain-main.
Membungkam gundah yang kesepian.
Menghidupkan asa yang sempat diam.
Itu karena aku merindukanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar