Sabtu, 09 April 2011

Aku, Kamu, dan Dia

Kau ada.
Dan aku disini.
Kini angin menggodaku dengan warna.
Namun aku diam.
Mendengar dengan mata dan melihat dengan telinga.
Rasakan jauh di sana.
Aku pun melihatnya.
Dia belum menyentuhku dan menghidupkan dingin ini.
Kau dan dia memecah susunan matiku.
Kau berkata sayang dan dia berkata ya.
Entah kenapa teriakanku tetap tenang meski syaraf hatiku sangat gila.
Aku ingin kau namun dia tetap disana.
Mungkinkah jiwaku benar benar mati?
Ku harap dia cepat menemukan malamku agar aku benar berada dalam kisahmu.
Karena sungguh aku ingin hidup dengan nafasmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar