Tatapan mata itu membuatku menggigil rindu.
Lama tak ku lihat lagi.
Caramu memandangku sungguh menusuk kalbu.
Tak perlu bahasa.
Aku tahu yang kau katakan meski bibirmu diam.
Lama, sudah lama itu berlalu.
Sekarang aku ingin merasakannya lagi.
Apa mungkin?
Apa tatapanmu masih seperti yang dulu?
Sungguh matamu adalah yang terindah.
Tak pernah seindah itu.
Bagai berbaring di atas awan yang empuk berselimut wewangian bunga-bunga dibawah rindangnya pohon melengkapi surga dunia darimu.
Aku masih ingat dan masih bisa kurasakan jejaknya.
Keanggunan bunga-bunga tak membuatku terpesona seperti yang matamu lakukan.
Mungkin tak kau lihat huruf-huruf berbaris berkata indah saat kau menatapku.
Sungguh ingin kau pandangi aku seperti itu lagi.
Jangan berhenti.
Terus saja karena matamu lah penguat nafasku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar