Kamis, 15 September 2011

Kosong Berhampa


           Mungkin kosong adalah kata yang tepat diungkapkan tentang pagi. Terbangun dan hanya ada nafas basah hujan semalam. Tanpa nyanyian burung merpati membangunkan sepasang kekasih yang datang dari salam sayang. Aku masih disini bersama pucuk-pucuk rasa yang terabaikan. Mencoba meraih kanal di ujung senja yang begitu oranye. Teringat para saksi-saksi menyembulkan dan menawari kisah indah dalam malam. Semua itu berbahasa misteri. Rasakan dentumannya dan temukan irama antara kanan dan kiri. Antara yang benar merah dan putih yang salah. Antara kebenaran tersalahkan dan kesalahan yang dibenarkan. Ini permainan mulut dan kaki. Berdiri diatas perahu dalam air yang mengapungkan perasaan. Pilih saja kurungan emas dijurang sana dan aku akan menemani jiwa-jiwa tersiakan.
           Ini tulisan saat aku tak merasakan apapun. Darah yang mengucur tiap persepuluh detik pun ku tawai. Perih hanya sebatas kata tanpa makna. Pedih tak mampu merobek senyum. Aku dan kamu menuju ruang tanpa esensi. Aku tidak sedang bahagia karena kamu. Aku juga tidak sedang sedih karena kamu.             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar