Malam, aku ingin menceritakan
sesuatu. Cerita tentang seorang gadis yang memilih sendirian. Dia berkepribadian introvert. Tidak mampu
bersikap terbuka dengan orang lain. Bukan pribadi yang murah senyum, ramah dan
juga tidak mudah bergaul. Dia memang jarang bicara dan lebih bersikap dingin
dengan orang lain. Dia memang memilih sendirian hanya untuk bersama dirinya
sendiri. Meskipun dia nyaman dengan dirinya sendiri, ada kalanya dia ingin
bersama orang lain. Karena hakikatnya manusia tidak hanya diciptakan sebagai
makhluk individu namun juga sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dan
membutuhkan orang lain.
Saat-saat dia bertemu dengan
orang-orang itu. Mereka yang melihat keberadaannya. Mereka datang silih
berganti. Mereka yang membuat ia berpaling dari dirinya sendiri. Ada yang ingin
mendengar dia bercerita. Ada yang ingin membuat ia bisa bicara. Ada yang ingin
melihat dia tersenyum. Ada yang senang melihat dia tertawa terbahak-bahak. Ada
yang ingin melihat dia selalu ceria. Ada
yang ingin selalu bersamanya.
Mereka membuat dia merasa berarti.
Saat membayangkan mereka, seandainya mereka tahu kalau dia sungguh berterima
kasih karena telah hadir dalam fase hidupnya. Meski akhirnya mereka pun tak ada
disini lagi. Bukan, bukan berarti semuanya telah pergi. Ada yang masih disini
dan berharap akan selalu disini. Baginya mereka adalah rumah kedua. Rumah
terdekat saat dia jauh dari orang tua.
Saat kesedihan datang, berbagai
masalah hadir, kesepian mendera, dan merasa jenuh. Rumah adalah tempat terbaik.
Sebuah tempat yang mau menerima kita apa adanya. Tempat yang selalu membuat
kita kembali. Rumah akan selalu menerima kita. Rumah memiliki pintu yang selalu
terbuka untuk kita. Karena rumah selalu menunggu kita kembali sejauh mana pun
kita pergi.
Aku ingin menjadi rumah bagimu karena bagiku kau adalah rumahku.

nice and amazing
BalasHapusnice and amazing
BalasHapuskeren abis
BalasHapuskeren abis
BalasHapus