Senin, 14 November 2011

Jadilah Sahabatku

           Aku tak ingin kemanapun. Disana atau disini sama saja bagiku. Kesepian selalu membayangi. Kucoba menyusun sisa-sisa reruntuhan musim lalu menjadi pengobat perih. Namun tak berefek apapun. Nyatanya aku tetap disini. Ingin ku temukan kisah tanpa kamu. Ku cari di sela-sela tawa dan teman baru. Tetap saja kau bersamaku. Penantian bersama hujan dan malam. Aku sungguh bosan dengan gelagatmu. Kenapa kau selalu mengikutiku. Apa kau sangat tergila-gila denganku. Aku masih bingung dengan hidup ini. Satu persatu ku coba menikmati tiap detik nafasku.
          Aku sudah tak sanggup lagi harus berpura-pura baik-baik saja. Kau membunuhku perlahan. Kenapa kau tak tikam saja aku dari belakang. Air mataku sudah kering. Begitu dingin dan kelabu. Dan bahasaku benar berhenti disini.
Dan…
          Itulah yang aku rasakan. Aku janji dengan diriku sendiri. Aku akan menang. Berhenti menyakitiku dan jadilah sahabatku. Kau adalah teman terbaik saat aku ingin sendirian, karena bersamamu aku bisa merenung dan berintrospeksi. Dengarlah dan tersenyumlah. Ini perjanjian kita. Di atas rasa yang hampa dan dingin, di bawah tawa dan canda dan dikelilingi kebahagiaan serta kesedihan.

2 komentar: